Den Respati

My Daily activity, opinion, and expression

Kampanye vs Dangdut

Posted by prince03 on April 3, 2009

Pemilu Indonesia 2009 segera datang, kampanye pun dimulai. Sejak dimulainya kampanye terbuka, semau partai politik melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia, dari masyarakat tingkat bawah hingga atas.

Lapangan merupakan salah satu tempat yang paling sering digunakan untuk kampanye, pada kader berorasi menyampaikan visi dan misinya, janji-janji dilontarkan demi mendapat simpatik dari para pendukungnya.

Jalanan yang menjadi macet karena berbondong-bondong pendukung partai yang ingin melihat kader-kadernya berorasi, kotornya sudut-sudut kota karena atribut-atribut partai yang dibuang begitu saja oleh oknum-oknum pendukung partai sudah menjadi pemandangan yang umum semenjak dibukanya kampanye terbuka.

Memang kita perlu beri acungan jempol kepada orang-orang, kader-kader partai yang berani untuk tampil menjadi pemimpin negeri ini, mereka berani untuk berusaha untuk mengubah Indonesia menjadi negeri yang lebih baik, asalkan tidak ada pemikiran yang hanya ingin mendapat gaji yang besar aja, hehe….

Tapi sayang, tidak sedikit partai yang melakukan kampanye dengan hal-hal yang sangat menyedihkan, kampanye yang seharusnya menjadi ajang untuk memperlihatkan bagaimana kualitas dan moral partai menjadi ternoda dengan menampilkan penyanyi-penyanyi dangdut dengan goyangan erotis yang sangat tidak pantas. Mereka menunjukkan rendahnya moral yang mereka miliki karena secara tidak langsung mereka mengajak para pendukungnya untuk menyaksikan sesuatu yang tidak pantas dilihat dan juga ikut mengumbar aib si penyanyi (walaupun itu sebenernya profesi dia). Apalagi tidak sedikit yang mengikuti kampanye adalah anak-anak dibawah umur.

Beginikah cara yang dilakukan para calon pemimpin bangsa ini untuk memperoleh dukungan? Mau dibawa kemana bangsa ini, bung?

2 Responses to “Kampanye vs Dangdut”

  1. RealRE said

    mental bangsa dipermainkan, kelemahan bangsa di manfaatkan, manusiawi kalo kita suka yang seronok, tapi tau dirilah mereka yang berkampanye janji2 kesejahteraan untuk rakyat malah ngasih goyang pantat!! emang pas jadi anggota legislatif sampe presiden rakyatnya mo dikasih pantat po??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: